Ingin-ku
Menjadi sukses tentu keinginan semua orang, aku pun begitu.
Sangat inginku menjadi orang sukses bukan hanya sukses mendapatkan materi tapi sukses dalam mencapai kedamaian dalam hidup.
Setiap hari aku mencari tahu, "Bagaimana cara mencari damai dalam hidup?"
Dalam kasus Rohani "Mendekatkan diri pada Tuhan." jawabannya.
Dalam kasus Jasmani "Mendapatkan seseorang untuk berbagi."
Dibilang dekat dengan Tuhan, aku mungkin bisa dibilang hamba yang setengah-setengah. Dulu semua terasa mudah ketika aku menjadi hamba yang sepenuhnya patuh, namun sekarang menjadi sangat sulit ketika aku menjauh.
Dibilang mendapatkan seseorang untuk berbagi; aku selalu memilikinya. Aku memiliki teman-teman yang selalu bisa aku andalkan dalam keadaan apapun (ya..walaupun kadang tak selalu)
Meski begitu, aku masih gelisah dalam hidup. Aku selalu bertanya apakah yang aku tunggu? Sudah jelas aku membutuhkan Tuhan yang akan selalu ada buatku dalam suka maupun duka. Tapi, kenapa aku masih menuruti badanku yang begitu malas untuk menuju kepada-Nya?
Berdoa? Aku masih melakukannya.
Ke Gereja? Aku tidak pernah. Mungkin sekarang bisa dihitung sekali-dua kali dalam setahun ini.
Betapa durhakanya aku, meminta tapi tidak memberi.
Hina kah?
Terlalu banyak masalah yang ku hadapi sekarang, namun jalan keluarnya sangat rumit. Itukah teguran?
Aku butuh nasehat rohani, aku butuh bimbingan seperti sedia kala.
Aku lupa? Mungkin sedikit.
Tapi aku bersyukur tempat ku bekerja masih mengutamakan rohani, sebulan dua kali masih ada ibadah jumat. Aku masih bisa merasakan Tuhan berada pada saat Pendeta berkotbah. Aku beruntung masih bisa belajar tentang injil.
Namun, setelah itu? Tidak ada.
Maaf tidak akan bisa membuktikan aku mengaku salah. Aku tahu itu. Tuhan butuh aku datang, bukan tunggu aku berjanji.
Sekarang, aku tak ingin berjanji. bahkan pada sesamaku, apalagi pada diriku.
Sekarang, aku hanya ingin menjalani sisa hidup ku dengan baik. aku tidak berjanji, namun aku akan membuktikan.
Sekian.
with Loneliness,
Vera
Sangat inginku menjadi orang sukses bukan hanya sukses mendapatkan materi tapi sukses dalam mencapai kedamaian dalam hidup.
Setiap hari aku mencari tahu, "Bagaimana cara mencari damai dalam hidup?"
Dalam kasus Rohani "Mendekatkan diri pada Tuhan." jawabannya.
Dalam kasus Jasmani "Mendapatkan seseorang untuk berbagi."
Dibilang dekat dengan Tuhan, aku mungkin bisa dibilang hamba yang setengah-setengah. Dulu semua terasa mudah ketika aku menjadi hamba yang sepenuhnya patuh, namun sekarang menjadi sangat sulit ketika aku menjauh.
Dibilang mendapatkan seseorang untuk berbagi; aku selalu memilikinya. Aku memiliki teman-teman yang selalu bisa aku andalkan dalam keadaan apapun (ya..walaupun kadang tak selalu)
Meski begitu, aku masih gelisah dalam hidup. Aku selalu bertanya apakah yang aku tunggu? Sudah jelas aku membutuhkan Tuhan yang akan selalu ada buatku dalam suka maupun duka. Tapi, kenapa aku masih menuruti badanku yang begitu malas untuk menuju kepada-Nya?
Berdoa? Aku masih melakukannya.
Ke Gereja? Aku tidak pernah. Mungkin sekarang bisa dihitung sekali-dua kali dalam setahun ini.
Betapa durhakanya aku, meminta tapi tidak memberi.
Hina kah?
Terlalu banyak masalah yang ku hadapi sekarang, namun jalan keluarnya sangat rumit. Itukah teguran?
Aku butuh nasehat rohani, aku butuh bimbingan seperti sedia kala.
Aku lupa? Mungkin sedikit.
Tapi aku bersyukur tempat ku bekerja masih mengutamakan rohani, sebulan dua kali masih ada ibadah jumat. Aku masih bisa merasakan Tuhan berada pada saat Pendeta berkotbah. Aku beruntung masih bisa belajar tentang injil.
Namun, setelah itu? Tidak ada.
Maaf tidak akan bisa membuktikan aku mengaku salah. Aku tahu itu. Tuhan butuh aku datang, bukan tunggu aku berjanji.
Sekarang, aku tak ingin berjanji. bahkan pada sesamaku, apalagi pada diriku.
Sekarang, aku hanya ingin menjalani sisa hidup ku dengan baik. aku tidak berjanji, namun aku akan membuktikan.
Sekian.
with Loneliness,
Vera
Komentar
Posting Komentar